Saat
sedang masyuk membaca Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur-nya M. Dahlan,
mendengar damai Nina Feast;
“Jadi lebih baik dibanding diriku…
“Saat dewasa kau kan mengerti…
Derai pesan Tempo menyapa: Seorang anak NTT meregang
nyawa di tengah harap dan derai pikuk pendidikan.
Tercenung.
Kau lebih baik nak, kawan. Melihat semangatmu aku
bersyukur; pulpenmu belum mati, bukumu tak lapuk, semangatmu tak akan padam.
Isi
daftar absenmu di surga,
Pergilah,
dengan damai, kembarailah mimpimu.
Pulanglah.
Kita
terlalu sibuk, terlampau pelik di tengah prahara dunia untukmu yang sederhana
menggapai cinta dan cita.
Moga kau diberi pena dan kertas milik malaikat,
kuharap.
jika mereka tak jua mau meminjamkan, kembalilah,
beritahu kami!
Kan kupaksa ia berjemur di bawah merah-putih.
Terakhir,
rajin-rajinlah sekolah di sana
“Jangan
suka bolos ya…”
Penulis: M. Chilal*
*Santri Annuqayah Latee
